Call Center
+62 21 2940 6565

GlobalWakaf, JAKARTA - Beberapa tahun terakhir, istilah wakaf makin mudah ditemui dalam perbincangan masyarakat di Indonesia. Banyak yang mulai memahami dan menakar ulang tentang peluang investasi dalam bidang wakaf. Terlebih wakaf di bidang produktif, alias tak lagi berupa wakaf makam atau wakaf masjid seperti pemahaman masyarakat Indonesia pada umumnya.

Menyikapi dinamika perbincangan wakaf yang mulai menanjak ini, Kamis (25/10) bertempat di Hotel Sari Pan Pacific, Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggelar sebuah forum diskusi bertajuk “Peluang Kerja Sama dan Investasi Wakaf Indonesia”.

Dalam gelaran ini, BWI mengajak banyak lembaga besar Indonesia yang sama-sama berikhtiar untuk mengedukasi dan melejitkan potensi wakaf di Indonesia. Meliputi, Dompet Duafa, Rumah Zakat, Darut Tauhid, Salman ITB, Wakaf Pro, dan termasuk di dalamnya Global Wakaf Foundation.

Rangkaian acara dibuka dengan pemantik diskusi dari Ketua Pelaksana BWI, Dr H Slamet Riyanto, MSi. Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi awal dari Dr H Nur Samad Kamba mengenai Peran dan langkah yang sudah dilakukan Badan Wakaf Indonesia dalam pemberdayaan wakaf di Indonesia.

Mengutip pembicaraan Dr H Nur Samad, banyak peluang Wakaf di Indonesia untuk dikembangkan menjadi lebih luas lagi. Apalagi dengan mengembangkan berbagai aset negara yang telah diwakafkan oleh para waqif (pemberi wakaf) yang terbengkalai selama ini.

“Banyak tanah wakaf yang besertifikat dan belum mampu untuk dimanfaatkan dengan baik. Perspektif masyarakat terhadap tanah wakaf masih terbatas pada tempat ibadah seperti musholla atau masjid dan makam,” kata Nur Samad.

Padahal jika dikelola dengan baik, tanah wakaf dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi Indonesia dengan berbagai program, seperti pembangunan rumah sakit atau sekolah. Dalam posisi inilah, istilah wakaf produktif perlu diedukasi lebih jauh dalam perbincangan masyarakat.

“Banyak tanah wakaf yang dikembangkan menjadi produktif dan berhasil, seperti Rumah Sakit Universitas Islam Malang yang telah sukses menjadi rumah sakit besar,” tambah Nur Samad.

Dalam perbincangan peluang investasi wakaf di Indonesia ini, beberapa perwakilan kedutaan negara-negara Islam pun turut ambil bagian. Bakrie, perwakilan Duta Besar Oman untuk Indonesia mengatakan bahwa wakaf di Oman sudah sangat tua sejak zaman Rasululah. Bahkan di Oman Badan Wakaf bukan hanya sekedar lembaga yang mengatur, tetapi sudah menjadi Kementerian Wakaf Oman dan sudah setingkat dengan Kementrian Agama pada umumnya.

Sementara itu, Global Wakaf Foundation (GWF) pun ikut ambil bagian dalam diskusi ini. GWF mempresentasikan program yang telah dijalankan selama ini seperti project gerai Retail Sodaqo, dan Global Wakaf Tower.

Meski Global Wakaf termasuk baru dalam kancah ikhtiar melejitkan potensi wakaf di Indonesia, namun sudah memegang banyak peluang menjadi lembaga wakaf besar dengan berbagai dukungan kuat, salah satunya dari Islamic Development Bank (IDB).

“Global wakaf salah satu lembaga wakaf indonesia. Walaupun masih baru tapi alhamdulillah dengan adanya kerja sama dengan PT Provera, Global Wakaf bisa menginisasi Global Wakaf Tower dengan pendanaan dari Islamic Development Bank (IDB ),” pungkas Rudi selaku Representative Officer Global Wakaf.

Wakaf di Indonesia menyimpan peluang besar untuk terus bertumbuh dan berkembang. Hanya perlu upaya lebih masif untuk mengedukasi masyarakat Indonesia tentang investasi wakaf produktif. Jika potensi wakaf di Indonesia mampu tergapai maksimal, bukan tak mungkin ekonomi Indonesia akan bertumpu seluruhnya dengan fondasi wakaf. []

Penulis: Dessy Anggraeni
Editor: Shulhan Syamsur Rijal