Call Center
+62 21 2940 6565

ACEH TIMUR - Penantian warga Buket Pala, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur terkait kemudahan akses air bersih selama sepuluh tahun terakhir ini akhirnya usai sudah. Sumur Wakaf yang dibangun pada Mei lalu di Buket Pala kini terus mengalirkan air jernih. Air dari sumur sedalam 150 meter tersebut beserta bangunan MCK sudah bisa digunakan warga.

Sebelumnya sumur ini ditargetkan akan memakan satu bulan pengerjaan. Namun setelah dua kali pengeboran, titik air yang digali tak kunjung menghasilkan air secara maksimal.

“Sebelumnya sempat digali di tiga titik berbeda, sampai sempat menggali ke kedalaman 120 meter. Namun, airnya tidak bisa digunakan maksimal karena sangat sedikit. Sehingga, memerlukan waktu tambahan dan memakan waktu hampir dua bulan pengerjaan dari target sebelumnya satu bulan,” cerita Laila Khalidah dari tim Global Wakaf, Kamis (25/7).

Pengeboran ketiga pada akhirnya mengeluarkan air jernih dan dapat dikonsumsi oleh warga. Muhammad Abrar Kepala Desa Buket Pala amat bersyukur karena kini ia dan warga desa lainnya tak lagi kesulitan air dan tak perlu membeli air seperti sebelum adanya Sumur Wakaf ini.

"Syukur alhamdulillah, saya Keuchik Gampong (Kepala Desa) Buket Pala mewakili masyarakat mengucapkan ribuan terima kasih atas kepedulian pihak Global Wakaf kepada gampong kami. Karena sebelumnya kami harus membeli air Rp 50 ribu per ton (sekitar 50 liter air). Bahkan juga kami harus membeli air Rp 10 ribu per 1 ember untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari,” kata Abrar.

Kondisi tersebut seringkali melanda warga ketika musim kemarau tiba. Debit air dari sumur galian yang dimilikki oleh warga akan berkurang. Sehingga, air semakin sulit didapat dan kebutuhan warga akan air bersih semakin mendesak.

“Ketika musim kemarau tiba, akses air bersih semakin sulit. Sudah 10 tahun ini sebagian masyarakat di sini membeli air bersih untuk dikonsumsi, mencuci pakaian, mandi, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Nasib malang dialami warga ekonomi lemah untuk membeli air,” papar Abrar.

Sumur Wakaf beserta MCK permanen seluas 4 x 6 meter dan tangki air itu, juga dilengkapi dengan tempat wudu. Abrar berharap, sumur yang dibangun di dekat meunasah (masjid) Desa Buket Pala bisa memakmurkan jemaah, selain dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

“Dan alhamdulillah, masyarakat juga merasa sangat bahagia dengan keberhasilan bantuan Sumur Wakaf ini. Apalagi ir dari sumur ini bisa juga digunakan untuk keperluan wudu untuk salat berjamaah di meunasah," jelas Abrar.

Kebahagiaan itu juga dirasakan Nurmala, ibu rumah tangga di desa tersebut. Ia kini senang tidak mesti lagi menggunakan air dari sumur galian yang kuning kecoklatan serta rasanya payau. Padahal, air benar-benar dibutuhkannya untuk keperluan rumah tangga dan konsumsi.

"Dengan adanya Sumur Wakaf ini kami yang sehari-hari mencuci pakaian, mandi dan juga membawa pulang air untuk keperluan rumah tangga jadi terbantu. Sebelumnya air yang kami gunakan itu kuning bahkan kecoklatan dan harus bergantian menggunakannya,” jelas Nurmala sembari berterima kasih kepada Global Wakaf dan Yayasan Pratita Foundation yang telah menghadirkan sumur tersebut untuk mereka. []