Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, JAKARTA - Berangkat dari pengetahuannya tentang wakaf yang bersifat produktif, tiga tahun lalu Adi Rasidi, 52 tahun, akhirnya memutuskan untuk mewakafkan sebagian hartanya dalam bentuk ternak kepada Global Wakaf. Ternak wakaf tersebut dikembangbiakkan di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) gagasan Global Wakaf di Blora, Jawa Tengah.

“Karena selama ini orang pikir wakaf itu kan masjid, kuburan, bukan sesuatu yang produktif. Kalau kita lihat sejarahnya di zaman Nabi Muhammad, memang wakaf itu sesuatu yang produktif. Sehingga, begitu dibilang wakaf ternak, saya pikir ini kesempatan yang bagus sekali,” jelas Adi, Jumat (19/7) lalu.

Setelah berlalu tiga tahun, atau pada tahun 2019 ini, lelaki yang berprofesi sebagai akuntan publik tersebut mendapatkan kesempatan untuk menengok kembali ternak yang ia wakafkan di LTW Blora tiga tahun silam.

Adi yang mengunjungi Blora pada Kamis (11/7) lalu mengaku cukup terkesan dengan pengelolaan aset wakaf berupa ternak di LTW. Ia juga tak menyangka bahwa pengelolaan ternak wakaf di LTW turut memberdayakan peternak lokal. Adi ikut merasa bersyukur ternak yang pernah ia wakafkan membawa manfaat bagi orang lain

Adi menyaksikan sendiri antusiasme peternak LTW ketika mengurus ternak-ternak. Ia juga senang ketika melihat ternak-ternak diurus dengan telaten selama ini.

“Begitu melihat kambing di LTW kesan saya adalah, kambing yang tidak berbau. Ini tidak seperti kambing pada umumnya. Malah, lebih bau makanannya yang baunya seperti makanan ayam. Kemudian kambingnya bersih-bersih. Kalau saya lihat juga dalam satu kandang ukurannya sama rata tidak ada yang lebih kecil dan lebih besar,” ujar Adi.

Tidak hanya menengok, Adi juga sempat mencoba memotong rumput odot dan memasukkannya ke mesin pencacah untuk memproses pakan ternak sampai melihat ternak-ternak tersebut dimandikan. Pengalaman itulah yang membuatnya cukup senang berada di Blora.

“Memandikan kambing itu kan biasa saja, tapi kemarin itu tidak tahu ada sesuatu yang membuat saya sangat excited sekali. Lalu saya juga lihat bagaimana rumput dicampurkan dengan gabah dan yang lainnya untuk membuat pakan. Pokoknya pengalaman-pengalaman seperti ini berkesan sekali,” cerita Adi.

Sepulangnya ia ke rumah, kesan-kesan yangdidapatkanl ketika berkunjung ke Blora mengundang minatnya untuk kembali berwakaf ternak di Global Wakaf. Ia mantap berwakaf ternak lagi setelah melihat pengelolaan ternak wakaf yang baik oleh Global Wakaf.

“Karena masyarakat bisa tahu, ternyata apa yang diamanahkan oleh kami itu dikelola dengan sangat baik di sana. Kalau melihat manfaatnya juga masyarakat lokal jadi lebih diberdayakan ya di sana. Saya jadi berencana kembali berwakaf ternak jika ada program lagi. Kan semakin banyak hewan (wakaf), semakin besar juga manfaatnya,” jelas Adi.

Selain itu, Adi juga mengharapkan hadirnya LTW dapat mengedukasi masyarakat luas tentang besarnya maslahat wakaf. Menurutnya, wakaf sejatinya adalah sesuatu yang produktif, sehingga Adi ke depannya akan ada lebih banyak lagi yang terinspirasi untuk ikut berwakaf.

“Karena saya yakin banyak sebenarnya orang-orang yang belum tahu (wakaf produktif). Tapi kalau mereka tahu, pasti mereka juga akan dengan senang hati untuk berwakaf. Dan tentu, semoga Kawasan Wakaf Terpadu (KWT) tidak hanya ada di Blora, tapi di daerah-daerah lainnya sehingga akhirnya bisa menambah kemajuan masyarakat di sana,” harapnya. []