Additionally, paste this code immediately after the opening tag:
Call Center
+62 21 2940 6565

Trimo selalu semringah ketika bercerita tentang anak-anaknya. Sembari memberi makan 200 ternak kambingnya, ayah dua anak ini menceritakan bagaimana penghasilannya dari mengurus ternak, kandang kambing, dan ladang jagung serta padi, bisa mengantarkan anak sulungnya hingga menjadi seorang pendidik.

Sriwahyuni Tuminggar, sarjana pendidikan dari salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Semarang itu, kini mengabdi di sekolah menengah pertama di Kabupaten Blora. Setelah satu impiannya tersebut tuntas, Trimo sebagai seorang ayah, ingin juga menyekolahkan anak keduanya yang tengah duduk di kelas XI bangku sekolah menengah atas.

"Makanya kalau bisa ada kerja sama selanjutnya dengan Global Wakaf agar anak saya yang satu lagi juga bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Karena alhamdulillah, anak saya yang pertama ini juga bisa lulus karena bantuan dari Global Wakaf juga. Saya merasa sangat bersyukur sekali," ungkap Trimo pada Rabu (10/7) saat memberi makan ternak di area peternakan binaan Lumbung Ternak Wakaf (LTW)-Global Wakaf di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Trimo memang sejak 2015 lalu telah mengurus ternak LTW khusus di bagian penggemukan. Dengan pekerjaan sebagai peternak yang ia tekuni sekarang, ia dapat menambah penghasilannya. Sebelum bergabung bersama LTW, Trimo mengandalkan ladang jagung dan padi sebagai sumber penghasilan.

"Kalau dari ladang itu kan (penghasilannya) menunggu. Dalam satu tahun itu mungkin ada tiga kali panen memang, tapi menunggu hasilnya itu empat bulan sekali baru panen dan uangnya baru kelihatan. Kalau adanya kandang ini kan saya ada aktivitas lain dan tiap bulan ada penghasilan," cerita Trimo.

Dari kandang juga, Trimo kerap kali mengumpulkan kotoran ternak. Pupuk dari ladang jagung dan padinya sekarang berasal kotoran kandang tersebut karena menurutnya pupuk organik itu lebih baik digunakan ketimbang pupuk yang berbahan dasar kimia.

"Hasil kandang ini semua berguna untuk saya. Sebelum ada pupuk kandang, jagung saya itu panennya menghasilkan 3 sampai 4 kwintal per satu kilo biji jagung. Tapi setelah ada pupuk kandang itu bisa menghasilkan 5 sampai 6 kwintal, makanya ini sangat membantu ekonomi saya," jelas Trimo.

Hasil panen dan ternak itu yang kini menghidupi Trimo dan keluarga. Trimo bersyukur bahwa kebutuhan harian keluarganya hingga kini terpenuhi. Tak lupa juga Trimo kembali menekankan kebanggannya sebagai seorang ayah. "Dari ladang dan kandang ini, anak saya bisa kuliah loh, mas," ujarnya sembari meneruskan memberikan pakan ke ternaknya. []