Additionally, paste this code immediately after the opening tag:
Call Center
+62 21 2940 6565

Trimo baru selesai mengairi sawah dan ladangnya pagi itu ketika ia memperlihatkan pakan yang ia gunakan untuk memberi makan ternaknya. Pakan itu berwarna cokelat, berbau agak masam. Pakan tersebut mirip seperti gabah padi, bukan rumput hijau.

"Jangan salah, justru ini yang banyak proteinnya untuk ternak. Pakan ini fermentasi, campuran dari rumput dan kedelai. Bahkan, ini ada kangkungnya di sini," ujar Trimo, Rabu (10/7), sembari mengangkat sebuah batang kangkung kering dari ember pakan.

Pengakuan Trimo, pakan tersebut ia dapatkan dari tempat olahan pakan yang dikelola Lumbung Ternak Wakaf (LTW)-Global Wakaf di Desa Cabean, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Pakan ternak tersebut kemudian diantarkan langsung ke kandang penggemukan yang dikelola oleh Trimo bekerja sama dengan Global Wakaf di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Blora, Jawa Timur.

Menurut Harun Susanto dari tim pengelola Lumbung Ternak Wakaf (LTW) Blora, memang pakan tersebut disediakan oleh Global Wakaf selaku pengelola. Tim telah menyediakan tim untuk mengolah pakan di sana.

“Kalau untuk pengelola rumahan seperti Pak Trimo, itu memang kita sediakan pakannya, setiap hari selalu siap. Jadi Pak Trimo ini tinggal merawat kambing saja,” kata Harun.

Standar berat ternak yang ditetapkan untuk penggemukan ternak hingga Iduladha nanti berkisar antara 25 kilogram hingga 30 kilogram per ekornya. Kini berat-berat ternak di kandang Trimo baru berkisar antara 21 hingga 25 kilogram dan akan terus ditingkatkan hingga Iduladha nanti.

“Sampai Iduladha saya akan urus seperti biasa. Pagi-pagi sekali saya akan beri makan ternak-ternak ini, saya pergi ke ladang itu setelahnya. Nah, sore harinya baru saya akan beri pakan mereka lagi, jadi dua kali sehari,” kata Trimo.

Trimo mengaku sangat mengutamakan ternak ini ketimbang mesti mengurus ladangnya sendiri. Selain karena ternak-ternak tersebut adalah amanah dari Global Wakaf, baginya pengurusan ladang dapat menunggu, tetapi tidak halnya ternak.

“Kalau ternak ini urusannya sama Illahi mas, saya takut. Kasihan kalau mereka harus menunggu diberi makan sementara saya harus ke ladang dulu. Mereka kan makhluk hidup juga seperti kita,” jelas Trimo.

Selain itu, ia juga memastikan kebersihan 200 ternak dombanya ini. Memandikan ternak ini dua minggu sekali adalah hal yang biasa dia lakukan bersama istrinya. Awalnya ternak itu akan disemprot seluruhnya dengan selang air, baru kemudian dimandikan satu-satu menggunakan sabun.

“Memang harus berdua. Istri saya akan memegangi kambingnya, nanti saya sikat dengan sabun dan saya siram dengan air. Karena kalau tidak dibantu istri memegangi ternaknya, nanti berontak dia,” ujar Trimo tertawa memeragakan bagaimana caranya memandikan kambing.

Dari proses perawatan yang terbaik tersebut, Global Wakaf juga telah merencanakan akan menyuplai kebutuhan Global Qurban dengan kurban terbaik juga. Lebih dari 5.000 kambing yang akan dikurbankan pada Iduladha 2019 ini. Jumlah tersebut menurut Harun lebih banyak ketimbang tahun kemarin.

“Di LTW sendiri saat ini ada 11.926 kambing yang dikembangbiakkan. Kita akan targetkan untuk menyiapkan 5.104 kambing siap kurban dari Blora. Kalau tahun lalu itu sekitar 4.000 ekor kambing, dan setiap tahun insyaallah, kuota kurban dari sini akan terus bertambah,” ujar Harun. []