Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, ACEH - Pembangunan Sumur Wakaf oleh Global Wakaf di Desa Buket Pala, Kecamatan Idie Rayeuk, Aceh Timur, kini memasuki tahap pengeboran. Mata bor telah mencapai kira-kira 95 meter ke bawah dan sekarang sudah mengalir air yang jernih dari hasil bor tersebut.

“Ya, sumur kecil memang ada punya meunasah (masjid), tapi airnya pun macam teh. Mudah-mudahan jika Sumur Wakaf punya Global Wakaf ini bersih, sudah nampak juga airnya putih,” ujar salah seorang tokoh di desa tersebut.

Nasrul Hadi selaku Penanggung Jawab untuk Sumur Wakaf di Desa Buket Pala menuturkan, desa ini secara geografis terbagi menjadi dua bagian, yakni desa yang terletak di atas bukit dan bagian lainnya menurun di bawah kaki bukit. Kedua desa ini sama-sama kesulitan air untuk konsumsi, sehingga mereka harus membeli air bersih.

“Yang di atas bukit, sumber utama air untuk minum harus beli. Kalau untuk di bawah bukit, ada sumur biasa, tapi airnya kuning dan payau. Air ini hanya bisa digunakan untuk cuci dan mandi. Sementara untuk konsumsi tetap beli di desa tetangga,” ujar Nasrul, Jumat (17/5).

Namun demikian, masyarakat merasa cukup terbebani dengan pembelian air ini. Bahkan beberapa warga ada yang tidak sanggup, terkadang mengonsumsi saja air kuning dan payau yang mereka peroleh karena keterbatasan biaya.

“Memang desa ini sangat membutuhkan sumur karena kekurangan air bersih. Seringnya mereka itu beli air, tapi ekonomi masyarakat di sini masih lemah. Jadi untuk beli air itu bukan hal yang mudah,” kata Nasrul.

Bila membeli air, warga mesti merogoh kocek Rp 50.000 untuk satu tangki yang berisi sekitar 50 liter air. Berapa lamanya air tersebut dapat bertahan tergantung dari kebutuhan masyarakat, namun biasanya untuk beberapa hari saja. Sementara penghasilan rata-rata warga sebulannya berkisar satu juta rupiah.

Untuk pengelolaan ke depannya, Tim Global Wakaf kini juga sudah mulai melakukan musyawarah dengan masyarakat dan perangkat desa setempat untuk menyepakati pengelolaan Sumur Wakaf ke depannya.

“Sumur Wakaf akan dikelola oleh pengurus yang telah dibentuk dan biaya pemeliharaan sudah dianggarkan dalam dana desa. Selanjutnya masyarakat bisa mengambil air atau keperluan lain di lokasi Sumur Wakaf,” ujar Nasrul.

Pembangunan sumur tersebut kini telah berjalan 8 hari. Rencananya tim akan langsung mengerjakan bangunan pada Sabtu (18/5). Diperkirakan pembangunan MCK dan bak air dapat dirampungkan dalam waktu 20 hari. Setelah Lebaran diperkirakan sumur dapat rampung sepenuhnya digunakan oleh warga. []