Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNewsLOMBOK - Pascagempa Lombok yang terjadi 29 Juli 2018 lalu, Global Wakaf langsung membangun Sumur Wakaf di Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kini sumur itu tinggal menunggu proses pengecatan selesai. Sumur Wakaf ini hampir rampung dan segera diresmikan dalam waktu dekat.

“Sebenarnya ada satu sumur bor, airnya juga bersih. Tapi masyarakat desa sini ambil air di sumur bor itu lumayan jauh, sekitar dua kilometer.  Itu pun sekarang kan agak sulit karena fasilitas banyak yang hancur karena gempa,” kata Romi Saifuddin, Koordinator Program Global Wakaf - ACT Lombok, Senin (30/4) lalu.

Romi menceritakan, Bayan memang salah satu wilayah terdampak paling parah karena pusat gempa Lombok pertama kalinya juga ada di sana. Bahkan hingga kini, beberapa rumah warga masih dibangun karena hancur akibat gempa. Warga-warga kini juga masih ada yang tinggal di hunian sementara.

Tetapi gempa bukan penyebab utama sulitnya kondisi pengairan di desa tersebut. Romi mengungkapkan sebelum gempa,  kondisi pengairan masyarakat Desa Akar-Akar memang sudah mengalami kesulitan air. Air yang disediakan sumur galian dangkal mereka, memang cukup untuk mencuci dan mandi namun tidak halnya buat minum dan memasak.

“Sebenarnya air di sini banyak, tapi rasanya agak payau karena lokasi desa yang dekat dengan pantai. Jadi masyarakat biasanya agak sulit untuk minum dan memasak. Mereka biasa beli air untuk satu keluarga itu tiga jeriken. Untuk keperluan minum dan memasak satu hari,” ujar Romi.

Adanya Sumur Wakaf ini cukup mendekatkan warga dengan sumber air bersih. Oleh karenanya, warga Desa Akar-Akar merasa bersukur dan berterima kasih dengan adanya Sumur Wakaf ini.

“Terutama ini kan mendekati bulan Ramadan, ya. Jadi mereka sangat berterima kasihlah dengan adanya Sumur Wakaf di desa ini karena mereka sekarang tidak jauh lagi untuk ambil air. Jadi untuk keperluan masak atau minum nanti mereka kan juga jadi gampang dengan hadirnya sumur ini,” kata Romi. []