Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, LEBAK - Selama bertahun-tahun, minimnya air bersih menjadi masalah di Kampung Ciomas, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. Biasanya, ketika kemarau datang, sungai yang menjadi sumber air warga sekitar mengalami kekeringan. Debit air akan mengecil, bahkan jika kemarau cukup panjang, sungai akan mengering.

Saat sungai benar-benar kering, beberapa warga harus merogoh kocek untuk membeli air bersih. Ina, salah satu warga Kampung Ciomas, mengungkapkan biasanya ia membeli empat hingga enam galon air minum untuk kebutuhan air bersih selama sepekan.

Ina (kanan) harus membeli air galon ketika kekeringan melanda Kampung Ciomas

“Airnya buat cuci, masak, dan minum. Satu galon air harganya Rp 6.000,” ungkap Ina. Dengan kata lain, ia dan keluarganya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk air bersih sekitar Rp 36.000 dalam sepekan.

“Kalau sekarang sih sudah tidak pernah beli lagi,” lanjut Ina. Ia dan warga lainnya memanfaatkan Sumur Wakaf di dekat Masjid Hidayah Al-Mukaromah.

Sumur Wakaf tersebut dibangun atas kedermawanan wakif yang peduli dengan permasalahan krisis air bersih di Kampung Ciomas, Desa Sindangsari. Sejak dibangun pada 2017 lalu, Sumur Wakaf masih mengalirkan air bersih yang dimanfaatkan warga Kampung Ciomas hingga kini.

 

Dibangun sejak 2017, Sumur Wakaf masih mengalirkan air bersih untuk warga Kampung Ciomas

Adanya Sumur Wakaf itu dirasa Ina amat mempermudah warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Menurutnya, terutama untuk kebutuhan ibadah karena rumah yang agak jauh letaknya dari masjid.

“Sebelum ada Sumur Wakaf di sini, dulu kita sangat sulit untuk ambil wudu. Sekarang kita bisa ambil wudu di sini, begitu juga kalau ada pengajian,” ucap Ina.

Selain untuk berwudu, air dari Sumur Wakaf juga digunakan warga untuk kegiatan komunitas. Hal ini disampaikan oleh Saadah, salah seorang pemimpin majelis taklim setempat yang terletak di samping masjid.

Masjid Hidayah Al-Mukaromah, tempat warga beribadah salat dan menggelar majelis taklim

“Saya senang bisa dibangun Sumur Wakaf di sekitar sini, anak-anak paud kalau sore sedang mengaji, saat ingin buang air kecil atau berwudu, harus diantar dulu ke sungai. Kalau sudah ada dekat sini jadi tidak perlu lagi berputar jauh-jauh ke sungai,” kata Saadah.

Majelis taklim yang dipimpin Saadah, juga secara rutin dilaksanakan pada rabu malam di ruang serbaguna di samping masjid. Praktis, pada malam harinya ibu-ibu yang datang kerap kerepotan bolak-balik ke sungai dengan kondisi penerangan yang minim untuk mengambil air. Oleh karenanya, ia merasa terbantu dengan hadirnya Sumur Wakaf ini.

“Saya bersyukur, alhamdulillah, dan berterima kasih kepada Global Wakaf yang sudah membangun MCK, yang sudah dapat kami manfaatkan untuk keperluan anak-anak dan orang banyak selama ini,” ungkap Saadah.

Suasana Kampung Ciomas, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak

Saat ini Sumur Wakaf di Desa Ciomas berfungsi dengan mengandalkan listrik dari salah satu warga. Warga setempat menyumbang seikhlasnya agar Sumur Wakaf tersebut dapat terus dimanfaatkan oleh seluruh warga. “Bahkan anak-anak kadang ada yang suka menyumbang Rp 2000,” imbuh Saadah.

Ia berharap, ke depannya fasilitas Sumur Wakaf dapat dikembangkan lagi sehingga manfaatnya dapat dirasakan meluas. []