Call Center
+62 21 2940 6565

ACTNews, SERANG - Bencana tsunami yang menerjang pesisir Selat Sunda pada akhir Desember 2018 lalu, melumpuhkan sendi perekonomian warga setempat. Salah satunya adalah nelayan, profesi yang banyak digeluti warga pesisir Banten. Dalam rangka memulihkan roda perekonomian para nelayan di Banten, Global Wakaf meluncurkan program Perahu Wakaf, Selasa (5/3).

Bertempat di Pelabuhan Cinangka, Anyer, peluncuran program Perahu Wakaf dibarengi dengan serah terima bantuan perahu oleh ACT dan mitra kepada sejumlah nelayan terdampak di Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka. Acara tersebut dihadiri oleh Sri Eddy Kuncoro dari Global Wakaf - ACT, sejumlah pejabat pemerintahan setempat, serta kelompok nelayan Desa Bulakan.

Program Perahu Wakaf adalah salah satu inovasi wakaf yang dikeluarkan oleh Global Wakaf untuk membangkitkan perekonomian umat, khususnya para nelayan. Global Wakaf mengajak masyarakat Indonesia untuk membantu nelayan-nelayan korban tsunami yang masih membutuhkan uluran bantuan.

 

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Global Wakaf, sekitar 400 kapal nelayan rusak dan tak bisa digunakan lagi serta diperkirakan lebih dari 1.500 nelayan kehilangan mata pencaharian. Nelayan korban tsunami tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Banten seperti Cinangka, Sumur, Pandeglang, Tanggamus, dan Pasawaran. Hal ini disampaikan oleh Sri Eddy Kuncoro, atau yang akrab disapa Ikun, di sela acara peluncuran program Perahu Wakaf.

"Melihat kondisi itulah program ini hadir sebagai salah satu solusi berkelanjutan karena bagi nelayan perahu itu memiliki fungsi strategis untuk kehidupan mereka," terang Ikun.

Menurutnya terdapat tiga tujuan besar yang ingin dicapai yaitu mengembalikan sumber mata pencaharian nelayan yang terimbas tsunami di Kabupaten Pandeglang dan Serang, meningkatkan pendapatan nelayan korban bencana, dan pengorganisasian nelayan melalui pendampingan dan pemberdayaan sehingga terbentuk organisasi yang menghimpun nelayan.

 

"Jadi wakaf ini menjadi produktif, tidak hanya membantu tetapi juga membuat nelayan semakin sejahtera dengan pendampingan dan pemberdayaan yang kita lakukan. Selain itu kita juga mendorong penghasilan para nelayan ini semakin meningkat sehingga semakin sejahtera," lanjut Ikun.

Tak hanya ditargetkan untuk membangkitkan dan meningkatkan perekonomian nelayan, program Perahu Wakaf juga memiliki target meningkatkan aspek spiritualitas bagi nelayan penerima manfaat. Para nelayan akan diberikan edukasi keagamaan sehingga ilmu keagamaan yang mereka miliki semakin meningkat.

"Tergetnya tentu juga edukasi spiritual untuk nelayan. Kita ingin masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran agama dalam kehidupan. Agar masyarakat khususnya nelayan juga sadar kalau bencana kemarin juga peringatan dan ujian yang diberikan Allah sehingga sadar untuk terus ingat dan dekat kepada Allah. Setiap kegiatan diniatkan karena-Nya," pungkas Ikun.

 

Sementara itu, Fran Santoso mewakili Kepala Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian masyarakat Indonesia dan Global Wakaf - ACT kepada para nelayan kecil di Desa Bulakan.

“Di Desa Bulakan ini ada 20-30 nelayan kecil yang kemarin terdampak tsunami. Kami sebagai unsur Pemerintah Serang berterima kasih kepada Global Wakaf - ACT dan mitra yang telah berinisiatif memberikan bantuan kepada warga kami. Saya selaku Kasi Pemberdayaan Nelayan di Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang akan ikut mendampingi para nelayan ini dan juga akan memfasilitasi kembali asuransi dan kartu identitas nelayan. Semoga ini juga bisa menjadi awal kebangkitan kehidupan nelayan,” harap Fran. []